Selasa, 12 Mei 2015

Sukarno

soekarno
 



Tuhan telah menciptakan bangsa ini untuk maju melawan kebohongan para elit-elit atas, hanya bangsanya sendirilah yang mampu membuatnya untuk maju dan merubah nasib negerinya sendiri.
Aku meninggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara-2 besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yan9 mengolahnya.
Barang siapapun yang ingin mutiara, Maka harus berani terjun di lautan yang dalam, Untuk menemukan mutiara itu.
Tuhan berfirman inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”.Tuhan tidak merobah nasib sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi, 1964
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pejuang dan pahlawannya.” Ir. Soekarno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961″
Kita belum hidup didalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.”
Gantun9kanlah cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.
Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang tinggi, setin99i-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapat terbanglah burung itu sama sekali.
Perjuanganku lebih mudah karena mengusir para penjajah dari luar, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan orang-orangmu dan bangsamu sendiri.
Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan seluruh dunia”
Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun itu sebuah jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan terpecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis!”
Orang tidaklah bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.”
Apakah kelemahan kita kurang percaya diri sebagai bangsa yang kuat, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu dan yang lainnya, padahal kita ini berasal dari rakyat yang bergotong royong.”
Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat indonesia. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha kuasa.”
Bangunlah sebuah dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.”
Kita adalah bangsa yang sangat besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi”
Aku lebih suka sebuah lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.”
Jangan mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk derita pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi”
Apabila dalam di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebajikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemu dengan yang namanya kemajuan walaupun satu langkah.”
Jangan melihat ke masa depan dengan mata tertutup dan buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang.
Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi 1956
Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?” Ir. Soekarno Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

Sabtu, 09 Mei 2015

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP (LEMPAR LEMBING)



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran            : Micro Teacing
Kelas/Semester            : K / V
Alokasi waktu             : 2 X 45 menit.
materi                          : lempar lembing

I.                   Standar Kompetensi
Mempraktikkan berbagai keterampilan permainan olahraga dalam bentuk sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
II.                Kompetensi Dasar
Mempraktikan keterampilan teknik atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri.
Materi Pokok : Lempar lembing.
III.              Indikator
§  Memegang lembing.
§  Membawa lembing.
§   Lempar lembing dengan posisi pelempar tetap ditempat.
§   Lempar lembing dengan berbagai gerakan dan teknik dasar.
§  Lempar lembing dengan rangkaian gerakan.
IV.             Tujuan Pembelajaran
§  Siswa mampu memegang lembing dengan cara yang baik dan benar sesuai aturan dan kemudahan.
§  Siswa mampu membawa lembing dengan baik dan benar.
§  Siswa mampu melakukan lemparan dengan baik dan benar.
§  Siswa mampu melakukan lemparan sejauh 3 meter dengan baik dan benar.
§  Siswa mampu melakukan lemparan dengan awalan meliukan bahu kebelakang terlebih dahulu.
§  Siswa mampu melakukan lemparan dengan di ikuti kaki kiri atau kanan maju satu langkah.
§  Siswa mampu melakukan lemparan dari sikap power position.
§  Siswa mampu melakukan gerakan lanjutan setelah melempar lemping.
§   Siswa mampu melakukan lempar lembing dari posisi jalan, power position, lempar dan gerak lanjutan dengan baik dan benar.

V.                METODE PEMBELAJARAN
§  Ceramah
§  Demonstrasi
§  Permainan

VI.             Langkah-langkah Pembelajaran
No.
Pendahuluan
Gambar
Penjelasan
Keterangan
1
Kegiatan awal pemanasan

PePendahuluan
Siswa dibariskan 4 shof(dapat disesuaikan) kemudian dihitung dan berdo’a. Setelah itu disampaikan gambaran mengenai materi pembelajaran yang akan disampaikan dan melakukan pemanasan untuk menyiapkan kondisi siswa kemateri inti
15 menit
2
Kegiatan inti

Description: Cara membawa lembingDescription: Cara memegang lembing
B.   Inti
Siswa dibariskan 4 shof (dapat disesuaikan) kemudian dijelaskan bagaimana cara memegang dan membawa lembing.

Siswa mempraktikan cara memegang dan membawa lembing dengan jarak yang telah diatur sebelumnya

Siswa melakukan lempar lembing secara bergantian dimulai dari baris yang paling depan. Siswa yang telah melakukan lemparan baris kembali di barisan paling belakang. Lembing diambil setelah semua siswa melakukan lemparan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieE8jMjwrLMjxJFhhUvkQPsT4v8kzZGp0g9zQCWT1BbbVGLxohKQPREWfN61nsn9_oQzAsMArvGeA2Mttpal4T7Tdy0Dl-gpdZcdyihhW9y1YGpHCFnUqUDPO7mvqx5852TgDy24h70L3t/s320/nLempar+Lembing.jpg
Siswa melakukan lemparan dengan jarak tempuh 3 meter kemudian diperjauh hingga optimal.

Description: Gerak Lempar LembingSiswa melakukan lemparan dengan awalan meliukan bahu kearah kanan.

Siswa melakukan lemparan dengan diikuti melangkahkan kaki kiri.

Description: F:\FILLE KULIAH\BUK LUH\New folder\mm\Javelin.pngSiswa melakukan lemparan setelah mengambil sikap power position yaitu melangkahkan kaki kiri kedepan kemudian menempatkan lembing pada posisi siap dilempar kemudian melakukan lemparan.

Siswa melakukan lemparan diikuti gerak lanjutan yaitu melangkahkan kaki kanan kedepan setelah lembing lepas dari tangan.

Siswa melakukan lemparan satu per satu. Siswa yang sudah melakukan membentuk kelompok tersendiri.
10 menit
 
Games.
Siswa dibentuk lingkaran, kemudian siswa melemparkan tongkat kayu (seukuran tongkat estafet) kesasaran yang ada ditengah. Kemudian jarak diperjauh untuk mendapatkan lemparan maksimal.
45 menit
3
Penutup


·         Pendinginan
·         Evaluasi


20 menit

VII.          Sumber
§  Eddy Purnomo. (2007). Pedoman Mengajar Dasar Gerak Atletik. Yogyakarta: FIK UNY
§  Slamet SR.(1994).”Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.” Solo: Tiga Serangkai.

VIII.       Alat/ Sarana dan Prasarana:
o   Cone
o   Tongkat kayu(seukuran tongkat estafet).

IX.             Penilaian
Pengamatan sikap
Aspek yang dinilai sebagai hasil belajar siswa, perilaku tanggung jawab siswa yang ditampilkan selama proses pembelajaran. Penilaian dilakukan oleh siswa secara berpasangan dengan menggunakan lembar observasi.
a.      Indikator  Sikap (Afektif)
Penilaian afektif (Affective Behaviors)
Tes sikap (Afektif) dapat dilakukan selama peserta didik melakukan pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Unsur-unsur yang dinilai : Nilai religius, kerjasama, tanggungjawab, disiplin,
RUBRIK PENILAIAN SIKAP
LEMPAR LEMBING

Aspek yang Diukur
Deskripsi Sikap yang Diukur
BT
MT
TN
1.   Disiplin
Hadir tepat waktu


v
Memakai seragam olahraga lengkap


v
Mengikuti seluruh proses pembelajaran

v

Selesai tepat waktu

v

2.   Kerjasama
Bersama-sama menyiapkan dan menyimpan peralatan



Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok



Mau menjaga keselamatan  diri dan teman



Mau bersama-sama  berlatih



3.   Tanggung jawab
Mau mengakui kesalahan yang dilakukan



Melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh



Tidak mencari cari kesalahan teman



Mengerjakan tugas yang diterima




Format penilaian sikap
NO
NAMA SISWA
Aspek Sikap Yang Dinilai
Σ
NA
Sikap religius
Disiplin/sportif
Kerjasama
tanggungjawab
BT
MT
MB
TN
BT
MT
MB
TN
BT
MT
MB
TN
BT
MT
MB
TN


1



















2



















3



















4



















5




















Skor maksimal yang diperoleh 12



BT belum tampak  = 1
MT mulai tampak  = 2
MB mulai berkembang = 3
TN tampak nyata   = 4

                 Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Afektif  =  ----------------------------------------- X  4
                    Jumlah skor maksimal

b.       Tes pengatahuan (kognitif)

Rubik penilian pengatahuan
Lempar lembing

No
Pertanyaan
Ktritria persekoran
jumlah
1
Sikap memegang lembing dengan cara yang baik dan benar sesuai aturan dan kemudahan.
1
2
3
4

2
Siswa mampu membawa lembing dengan baik dan benar





3
Siswa mampu melakukan lemparan dengan baik dan benar.





4
Siswa mampu melakukan lemparan dengan di ikuti kaki kiri atau kanan maju satu langkah.





5
Siswa mampu melakukan lempar lembing dari posisi jalan, power position, lempar dan gerak lanjutan dengan baik dan benar.






Sekor maksimal




20

c.       Tes Praktek (Psikomotor)
   1. Bentuk penilaian praktek,  melalui penilaian proses
 Praktekan  gerak dasar menendang dan menahan bola! Unsur-unsur yang dinilai adalah penilaian proses (diberikan terhadap keterampilan sikap/cara melakukan suatu gerakan)

RUBRIK PENILAIAN PSIKOMOTOR
KESELURUHAN DALAM LEMPAR LEMBING
No
Kompetensi  Dasar
Indikator Esensial
Uraian Gerak

Pen-skoran
1.
Mempraktikan keterampilan teknik atletik yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri.
a.    Sikap Awal
1.    Diawali dengan cara bagaimana memegang dan membawa lembing.

2.    Siswa mempraktikan cara memegang dan membawa lembing dengan jarak yang telah diatur sebelumnya
Skor 4, jika seluruh uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 3, jika tiga uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 2, jika hanya dua uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 1, jika hanya satu uraian gerak dilakukan dengan benar
b.    Sikap  pelaksanaan
1.      Siswa melakukan lemparan dengan diikuti melangkahkan kaki kiri dan kanan

2.      Siswa melakukan lemparan dengan awalan meliukan bahu kearah kanan
Skor 4, jika seluruh uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 3, jika tiga uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 2, jika hanya dua uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 1, jika hanya satu uraian gerak dilakukan dengan benar
c.    Sikap Akhir
1.    Siswa melakukan lemparan setelah mengambil sikap power position yaitu melangkahkan kaki kiri kedepan kemudian menempatkan lembing pada posisi siap dilempar kemudian melakukan lemparan Kedua lengan menjaga keseimbangan
2.    Siswa melakukan lemparan diikuti gerak lanjutan yaitu melangkahkan kaki kanan kedepan setelah lembing lepas dari tangan
Skor 4, jika seluruh uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 3, jika tiga uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 2, jika hanya dua uraian gerak dilakukan dengan benar
Skor 1, jika hanya satu uraian gerak dilakukan dengan benar

Format penilaian psikomotor

No
          Nama
Penilaian Keterampilan Gerak 
Nilai Pro ses
Nilai Akhir

Penilaian Proses
skor peroleh an
skor ideal

Sikap awal Diawali dengan cara  memegang dan membawa lembing (Skor 3)
Sikap pelaksanaan Siswa melakukan lemparan dengan diikuti melangkahkan kaki kiri dan kanan (Skor 4)
Gerakan akhir Siswa melakukan lemparan setelah mengambil sikap power menjaga keseimbangana (Skor 3)

1
2
3
Σ
1
2
3
4
Σ
1
2
3
Σ

1















10



2



















3



















4



















Jumlah Skor Maksimal (Penilaian Proses) = 10



                   Jumlah skor yang diperoleh
Penilaian Proses  =  ------------------------------------  X  4
                         Jumlah skor maksimal


                  
KEPALA SEKOLAH


.......April 2015
Guru mapel PJOK

( KUSBANI. MPD )